Sementara itu, dr. Tania dari RS Medika BSD Tangerang Selatan yang menangani pengobatan dan perawatan Agus Darma membenarkan kondisi pasiennya bahwa benar ada keretakan pada tulang rusuk sebelah kanan, bocor pada bagian kepala, lengan kanan sobek, dan tubuhnya ada luka-luka lebam akibat benda tumpul.
“Kami sudah melakukan penanganan yang cukup kepada Agus Darma, hanya di RS ini masih kekurangan alat untuk bedah torak (operasi tulang), sebaiknya dicari RS yang memadai fasilitas itu,” ujarnya.
Video pengeroyokan Agus Darma yang berdurasi 02:50 detik itu beredar di media sosial. Banyak warganet dan rekan jurnalis se-Indonesia mengutuk perbuatan Summarecon yang tidak memiliki kemanusiaan.
Terpisah, Ketua umum Forum Wartawan (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengapresiasi kerja cepat Polres Metro Tangerang Selatan.
Opan menyebut laporan kepolisian dengan nomor TBL/B/734/IV/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda, tertanggal 20 April 2022 langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Metro Polres Tangsel.
“Tadi sekitar pukul 21.00 WIB polisi berhasil meringkus 7 pelaku dan sudah dibawa untuk diproses hukum,” ucap Opan dalam keterangan persnya.
Opan mendukung langkah Polri, khususnya wilayah hukum Polda Metro Jaya yang cepat, tanggap dan mengedepankan Presisi menindak kejahatan.
Masih kata Opan, dengan memperhatikan ketidakprofesionalan Summarecon, dan berprilaku layaknya pengusaha property kebal hukum dengan membayar segelintir orang seperti preman, Opan menyerukan akan menggelar aksi tutup Summarecon.
“Saya tadi sudah serukan untuk gelar aksi di kantor Summarecon Gading Serpong, dan meminta perusahaan itu diberikan sanksi berat oleh pemerintah, serta para pelaku yang terlibat dieksekusi maupun pengeroyokan terhadap Agus Darma untuk segera ditangkap agar tidak terjadi kepada masyarakat lainnya,” pungkasnya.
(Rza/Fan)
Source: FWJ Indonesia.


