TANGERANG SELATAN – Telah terjadi keributan di Cluster Maxwel Summarecon Jalan Maxwell Utama, Medang, Kecamatan Pagedangan. Keributan terjadi pada Rabu 20 April 2022 kemarin.
Korban pengeroyokan ternyata seorang wartawan bernama Agus Darma. Diduga oknum yang melakukan kekerasan itu adalah pihak ketiga dari Summarecon.
Peristiwa itu terjadi saat Agus Darma mempertahankan rumahnya dari sitaan pihak Summarecon.
Agus Darma tidak terima atas tindakan Summarecon yang semena-mena dan sepihak, karena belum ada putusan dari pengadilan.
“Keputusan pengadilan aja belum, dan masih proses sidang perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, kok bisa Summarecon melakukan eksekusi tanpa adanya surat keputusan PN,” kata Darma.
Darma menyebut pada tanggal 18 April 2022 sudah disidangkan, tetapi pihak legal maupun management Summarecon tidak hadir.
“Senin 18 April kemaren juga ada agenda sidang di PN Tangerang, kan udah tertera jadwalnya dengan nomor perkara 361/Pdt.G/2022/PN Tng tapi mereka absen malah ada ancaman mau langsung eksekusi rumah saya hari Rabu nya,” jelas Darma.
Dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Summarecon juga dipertontonkan dengan menutup akses pintu masuk kolega mereka, dan para wartawan yang datang ke perumahan Summarecon di Jalan Cluster Maxwell Nomor 28.
Darma mengungkapkan telah terjadi penyanderaan terhadap istri dan anak-anaknya yang dilakukan oleh orang suruhan dari pihak Summarecon.
“Istri sama anak-anak saya disandera, bahkan barang-barang saya dikeluarkan dari rumah melalui pintu belakang komplek, itu maling alias perampokan,” ungkapnya.
Saat terjadi keributan, Agus Darma yang saat itu terdesak mencoba melawan orang-orang suruhan pihak Summarecon yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 30 orang.
Menurut keterangan yang didapat, peristiwa pengeroyokan Darma itu juga disaksikan sejumlah wartawan rekan satu profesinya.
“Dia mempertahankan hak nya dan menjaga isteri sama anak-anaknya, tapi perlawanan Darma tak berarti. Dia dikeroyok sampai tulang rusuk sebelah kanan retak, kepala bocor, lengan kanan tersayat senjata tajam, dan dia kami lihat dipukulin, diinjek-injek bahkan diseret,” beber seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, dr. Tania dari RS Medika BSD Tangerang Selatan yang menangani pengobatan dan perawatan Agus Darma membenarkan kondisi pasiennya bahwa benar ada keretakan pada tulang rusuk sebelah kanan, bocor pada bagian kepala, lengan kanan sobek, dan tubuhnya ada luka-luka lebam akibat benda tumpul.
“Kami sudah melakukan penanganan yang cukup kepada Agus Darma, hanya di RS ini masih kekurangan alat untuk bedah torak (operasi tulang), sebaiknya dicari RS yang memadai fasilitas itu,” ujarnya.
Video pengeroyokan Agus Darma yang berdurasi 02:50 detik itu beredar di media sosial. Banyak warganet dan rekan jurnalis se-Indonesia mengutuk perbuatan Summarecon yang tidak memiliki kemanusiaan.
Terpisah, Ketua umum Forum Wartawan (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengapresiasi kerja cepat Polres Metro Tangerang Selatan.
Opan menyebut laporan kepolisian dengan nomor TBL/B/734/IV/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda, tertanggal 20 April 2022 langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Metro Polres Tangsel.
“Tadi sekitar pukul 21.00 WIB polisi berhasil meringkus 7 pelaku dan sudah dibawa untuk diproses hukum,” ucap Opan dalam keterangan persnya.
Opan mendukung langkah Polri, khususnya wilayah hukum Polda Metro Jaya yang cepat, tanggap dan mengedepankan Presisi menindak kejahatan.
Masih kata Opan, dengan memperhatikan ketidakprofesionalan Summarecon, dan berprilaku layaknya pengusaha property kebal hukum dengan membayar segelintir orang seperti preman, Opan menyerukan akan menggelar aksi tutup Summarecon.
“Saya tadi sudah serukan untuk gelar aksi di kantor Summarecon Gading Serpong, dan meminta perusahaan itu diberikan sanksi berat oleh pemerintah, serta para pelaku yang terlibat dieksekusi maupun pengeroyokan terhadap Agus Darma untuk segera ditangkap agar tidak terjadi kepada masyarakat lainnya,” pungkasnya.
(Rza/Fan)
Source: FWJ Indonesia.


