Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Satpol PP Kabupaten Tangerang Tindak Tegas Toko Kosmetik Jual Obat Ilegal

Kabupaten Tangerang  

Satpol PP Kabupaten Tangerang melakukan penindakan terhadap toko kosmetik yang menjual obat terlarang. (Dok. Pemkab Tangerang/infotangerang.co.id)
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Satpol PP Kabupaten Tangerang melakukan penindakan terhadap toko kosmetik yang menjual obat-obatan tidak berizin di wilayah Kabupaten Tangerang.

Aksi yang disebut Gebyar Gempita (Gerakan Bersama Masyarakat Cegah Maraknya Peredaran Obat-obat Terlarang) melakukan sidak serentak ke sarana toko obat atau toko kosmetik yang tidak berizin, Selasa (16/7/2022).

Hal itu dilakukan dalam rangka melakukan pengawasan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan.

Kegiatan ini dilaksanakan di 17 kecamatan, 17 titik lokasi yang dilaksanakan secara serentak yang dimulai dari pukul 10 WIB pagi.

Baca juga:  Akibat Corona Harga Jahe di tangerang Naik Jadi Rp 120 ribu Perkilo Gram

Dari kegiatan itu ditemukan kurang lebih 20 toko kosmetik tidak berizin, dan ada beberapa toko obat yang menjual obat jenis heximer dan tramadol yang dijual bebas tanpa resep.

Untuk obat-obatan tersebut dilakukan pengamanan oleh Dinkes dan Loka POM Kabupaten Tangerang tetapi belum dapat disebutkan jumlah obat-obatan yang disita karena data pelaporan masih diinventarisir.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, mengatakan pelaksanaan sidak serentak ke sarana toko obat/toko kosmetik yang tidak berizin dalam rangka pengawasan obat-obat tertentu guna upaya pencegahan peredaran obat-obatan yang berdosis tinggi.

Baca juga:  BBPOM Serang Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal

“Ini sebagai langkah menyelamatkan generasi-generasi dari peredaran obat-obatan terlarang,” tuturnya.

“Kegiatan ini kita laksanakan di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang serta kami beri tindakan berupa penutupan terhadap toko yang sudah melanggar Peraturan Daerah,” tambah dia.

Fachrul Rozi berharap dari kegiatan ini masyarakat bisa semakin waspada akan maraknya peredaran obat-obat yang terlarang.

(Rdk)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan