Tak hanya itu, standar pelayanan prima ditingkatkan ke level baru. Jika dokumen belum rampung pada malam tersebut, warga tak perlu bolak-balik. Sesuai SOP, petugas akan mengantarkan dokumen yang sudah jadi langsung ke pintu rumah warga dalam kurun waktu dua hingga tiga hari.
“Ini bukan sekadar kerja lembur, tapi bentuk dedikasi. Jika belum selesai hari ini, kita antar ke rumah warga. Ini yang saya sebut pelayanan prima,” tegas Bupati.
Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh Silvi, salah satu warga setempat. Baginya, layanan malam hari adalah oase di tengah padatnya jadwal kerja. “Kami yang bekerja di pabrik merasa sangat diakomodir. Inovasi ini benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya sumringah.
Melihat keberhasilan di Curug, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana mengkaji penerapan serupa di kecamatan lain dengan karakteristik wilayah industri yang sama. Curug kini bukan sekadar wilayah administrasi, melainkan role model bagaimana birokrasi seharusnya beradaptasi dengan ritme hidup masyarakatnya.
(AD/Rdk)



