“Kadang suka sedih, saya mesti dibopong kalau ada panggilan servis dan kalau butuh beli spare part ada alat yang harus diganti terus nyuruh orang beli suka ada aja yang gak mau,” ungkapnya.
“Tapi Alhamdulillah masih ada komunitas yang percaya sama saya, jadi ngebel mereka Insya Allah di grup ada yang bantu beliin spare partnya,” sambung Tata.
Tata mengungkapkan, ongkos jasa servis juga tidak mahal. Menurutnya, bekerja lebih baik dari pada jadi pengemis.
“Ya ongkos kerja mah gak matok, kadang sepengertian aja, dan dari pada mengemis dan mengharap pemberian orang lain lebih baik saya kerja begini,” ujar dia.
Kesedihan pun bertambah saat Tata ditanya tentang status dirinya mengapa belum berkeluarga di usianya yang sudah memasuki 45 tahun.
“Mau punya istri sama anak tapi saya gak laku. Karena mungkin lihat keadaan saya begini,” ucap Tata sembari mengusap air matanya.
(Fan/Fan)



