Dia menilai, naiknya elektabilitas Airlangga tidak terlepas dari posisinya sebagai Menko Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Jokowi yang saat ini berhasil kembali meningkatkan geliat ekonomi warga pasca pandemi Covid-19.

“Selain itu, sebagai Ketum Golkar, Airlangga juga sosok yang tidak banyak melakukan manuver politik, kemudian di bawah kepemimpinannya, Golkar secara internal juga solid,” tambahnya.

Solidnya Golkar, lanjut Nastain, terpotret dari sisi elektabilitas partai tersebut berdasarkan hasil survei IPO. Partai yang telah berusia 58 tahun itu kokoh berada di ketiga setelah PDI Perjuangan dan Gerindra dengan skor 91,3 persen. Diposisi kedua Gerindra 94,7 persen, dan PDI Perjuangan diposisi pertama dengan skor 96,5 persen.

“Meraih top 3 jelang tahun politik itu tidak mudah, tapi Golkar mampu bertahan di tengah hiruk pikuk koalisi dan deklarasi capres. Menurut saya ini prestasi dari Airlangga,” pungkasnya.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *