KESEHATAN – Mudik merupakan tradisi hari raya yang identik dengan perjalanan ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga besar. Perjalanan darat, laut, maupun udara berpotensi menimbulkan kemacetan sehingga berdampak pada posisi duduk yang lama.
Bagi yang normal mungkin hanya pegal terasa, namun bagaimana bagi wanita yang tengah hamil. Mengalami perjalanan yang cukup panjang berpotensi menimbulkan masalah bagi janinnya. Belum lagi posisi duduk yang kurang nyaman, dan kendala lainnya.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Diana Apriliyana Nur, SpOG, memeperbolehkan untuk ibu hamil untuk melakukan perjalanan jauh, hanya saja ia menghimbau agar memperhatikan beberapa hal penting.
“Boleh saja, hanya saja perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kondisi ibu dan janin aman untuk melakukan perjalanan,” ujar dr Diana.
Menurutnya, bagi ibu hamil yang melakukan perjalanan panjang dan melelahkan perlu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti berikut ini:
1. Pastikan kondisi ibu dan janin dalam kondisi baik
2. Pastikan berapa lama perjalanan yang ditempuh
3. Ketahui moda transportasi apa yang digunakan
4. Ketahui usia kehamilan saat melakukan perjalanan
Usia kehamilan penting diketahui untuk memastikan kenyamanan ibu hamil dalam melakukan perjalanan mudik, dr. Diana Apriliyana Nur, SpOG, menganjurkan usia kehamilan di atas trimester kedua atau di atas 12 minggu hingga masa kehamilan 37 minggu.
“Untuk usia di bawah 12 atau 37 minggu baiknya ditunda terlebih dahulu, karena di masa tersebut janin masih rentan sehingga bisa berisiko mengganggu perjalanan mudiknya,” terang dr Diana.



