Tuntut Kenaikan Upah, Ribuan Buruh di Tangerang Geruduk Kantor Gubernur Banten

  • Bagikan
Buruh demo kenaikan upah. (Foto: Fandi Achmad/infotangerang.co.id)

BANTENRibuan buruh yang tergabung dari Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) bergerak menuju kantor Gubernur Banten untuk menuntut kenaikan upah tahun 2022. Para buruh bergerak dari sejumlah titik di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, Selasa (02/10/2021).

Pergerakan buruh diawali dari wilayah Kecamatan Batuceper, selanjutnya berkumpul di Jatiuwung, Kota Tangerang dan bergabung dengan kelompok lainnya di Kabupaten Tangerang hingga menuju kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.

Presidium AB3 Dedi Sudarajat mengatakan, aksi hari ini adalah bentuk sikap buruh untuk meminta kenaikan upah tahun 2022, seperti upah minimum provinsi (UMP) Banten naik 8,95 persen dan upah minimum Kota-Kabupaten (UMK) se-Banten naik 13,50 persen. Selain itu, upah minimum sektoral Kota-Kabupaten (UMSK) untuk tahun 2021 dan 2022 juga diminta untuk diberlakukan.

Masih kata Dedi, adapun kenaikan UMP Banten berdasarkan pertumbuhan ekonomi Banten dari tahun ke tahun (year on year). Sedangkan kenaikan UMK sebesar 13,50 persen berdasarkan survei pasar KHL (kebutuhan hidup layak).

“Kami semua dari Aliansi Buruh Banten Bersatu ingin melakukan tuntutan kenaikan upah tahun 2022,” kata Dedi Ketua KSPSI Banten.

Dalam aksi ini, lanjut Dedi, ada ribuan buruh yang ikut dengan berkonvoi menggunakan mobil komando dan sepeda motor.

“Kurang lebih ada 4 ribu buruh yang berangkat dari Kota Tangerang. Lalu kita gabungan di Kabupaten Tangerang, Serang, dan Cilegon berangkat ke kantor Gubernur Banten,” jelasnya.

Pantauan infotangerang.co.id, pergerakan para buruh tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Dedi menyampaikan bahwa aksi buruh dipastikan berlangsung damai.

“Kami ini aksi damai, aksi simpatik, makanya kami tidak menutup jalan, tidak membuat kemacetan,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jatiuwung Kompol Jajali Hariyono mengatakan ratusan personel gabungan TNI-Polri disiapkan untuk melakukan pengawalan aksi buruh yang akan berangkat menuju kantor Gubernur Banten.

“Sekitar 280 personel gabungan dari Polri dan TNI, baik Polsek, Polres dan Koramil melakukan pengamanan,” tutur Jajali saat melakukan pengamanan di titik kumpul massa aksi di Jatiuwung.

“Kami memfasilitasi teman-teman buruh yang melakukan aksi demo ke kantor Gubernur Banten. Massa buruh dikawal aparat kepolisian sampai ke wilayah perbatasan,” tambahnya. (Fan/Red)

  • Bagikan