INFOTANGERANG.CO.ID – Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji (FOMPPA) melakukan aksi nyata dengan memasang puluhan baliho dan spanduk protes di sepanjang Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya warga terhadap operasional kendaraan bertonase besar yang dianggap merusak infrastruktur dan mengancam kesehatan publik.
Kehadiran truk-truk bermuatan berat tersebut dituding menjadi penyebab utama hancurnya aspal jalan. Kondisi ini memaksa warga bertaruh nyawa setiap kali melintasi jalur yang kini dipenuhi lubang dan gelombang ekstrem.
Koordinator aksi FOMPPA, Mantri Manap, menjelaskan bahwa warga kini terjepit di antara dua kondisi yang sama-sama membahayakan. Pada musim hujan, jalanan berubah menjadi lintasan lumpur yang licin dan rawan kecelakaan. Sebaliknya, pada musim kemarau, polusi debu pekat menyelimuti kawasan pemukiman.
“Masyarakat kini dihantui risiko Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat debu jalanan yang sangat tebal. Ini bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, tapi sudah mengancam nyawa warga Pakuhaji,” tegas Manap.
Tuntutan Tegas kepada Pemerintah
Aksi ini merupakan desakan langsung kepada Pemerintah Kecamatan Pakuhaji dan dinas terkait untuk segera melakukan intervensi. Aktivis setempat, Ibrohim atau Ibo, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret sebelum korban jiwa terus berjatuhan.



