Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga dalam aksi ini:

  1. Pengetatan Jam Operasional: Larangan bagi truk besar untuk melintas secara bebas di jam sibuk masyarakat.
  2. Audit Tonase: Penindakan tegas terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas beban jalan (overload).
  3. Percepatan Infrastruktur: Perbaikan jalan secara permanen dan menyeluruh agar layak dilalui kendaraan ringan.

Simbol Perlawanan Masyarakat

Meski aksi dilakukan dengan tertib, pemasangan atribut ini menjadi simbol keresahan kolektif masyarakat yang telah mencapai puncaknya. Dukungan yang mengalir dari berbagai elemen menunjukkan bahwa kebutuhan akan akses jalan yang manusiawi sudah tidak bisa ditawar lagi.

Warga berharap melalui gerakan ini, pemerintah pusat maupun daerah tidak lagi menutup mata terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas transportasi industri di wilayah Pakuhaji.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *