Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

305 Narapidana di Tangerang Dibebaskan Karena Corona

Kota Tangerang, Tangerang Raya  

305 Narapidana Rutan Kelas I Tangerang Bebas Karena Corona. (ist)
Advertisement

KOTA TANGERANG – Sebanyak 305 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah Dibebaskan Lewat program asimilasi dan integrasi dengan adanya wabah virus corona atau Covid-19.

Program tersebut berdasarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 tersebut telah dilaksanakan mulai tangga 1 April 2020 hingga 7 April 2020 tanpa dipungut biaya.

“Tidak pakai biaya sepeser pun. Total yang bebas ada 305 warga binaan. Sebanyak 297 orang melalui program asimilasi dan 8 orang melalui integrasi,” kata Kepala Rutan Kelas I Tangerang Mujiarto kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:  Belanja di Alfamidi Pelanggan Beruntung Bisa Dapat Sepeda Motor

Muji mengatakan, program tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 ini hanya berlaku pada tahun 2020.

“Aturan baru ini dikeluarkan dengan alasan untuk mencegah penyebaran virus corona, mengingat populasi di dalam rutan dan lapas se Indonesia sudah padat,” jelasnya.

Sebelum pulang para Warga Binaan di cek kesehatannya oleh dokter dan perawat Rutan Kelas I Tangerang dibantu oleh tenaga medis Puskesmas Jambe untuk memastikan kesehatannya.

Baca juga:  Waspada! Diabetes Juga Bisa Menjangkiti Anak

“Sebelum pulang kami pastikan dulu bahwa keadaan mereka sehat semua sebelum bertemu dengan keluarganya,” Terangnya.

Muji menghimbau agar para Warga Binaan yang sudah Pulang untuk tetap berada dirumah demi mencegah penularaan covid-19

“Sudah kami imbau kepada mereka yang pulang dan keluarganya untuk tetap berada di rumah mengikuti imbauan pemerintah terkait memutus mata rantai penyebaran covid-19. Nanti mereka akan dipantau oleh petugas Bapas (Balai Pemasyarakatan) setempat,” tutupnya. (Map)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan