JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menemui Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, untuk memohon secara politik mendesak pemerintah dalam hal ini kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan terhadap wartawan Mara Salem Harahap (42) Pemimpin Redaksi Lassernewstoday.com pada Sabtu (19/6/2021).
Ahmad Muzani mengatakan, penyelidikan kasus penembakan ini harus serius dilakukan. Dalam hal ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perlu membentuk tim untuk turut mengungkap kasus tersebut.
“Penyelidikan kasus ini harus dilakukan serius dan tuntas. Apapun latar belakang kejadiannya, Komnas HAM perlu turun tangan untuk membentuk tim pencari fakta,” kata Ahmad Muzani ketika menerima tim SMSI di rumahnya, Islamic Village, Kelapa Dua, Tangerang, Minggu (20/6/2021).
Ahmad Muzani, politisi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa peristiwa penembakan ini bukan hanya pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap alias Marsal, tetapi melukai banyak hal terutama kalangan pers, dan demokrasi.
“Pembunuhan ini juga merupakan ancaman terhadap negara,” kata Ahmad Muzani.
Sementara itu, menurut Firdaus penembakan yang menewaskan Marsal bukan semata-mata kejahatan biasa, tetapi perbuatan keji yang berdampak luas terhadap perkembangan demokrasi.
“Penembakan itu selain membunuh orang pers, juga mengancam karakter demokrasi yang dikembangkan oleh pers. Kita tahu pers adalah pilar ke-4 demokrasi yang selain mengontrol jalannya demokrasi, juga pelaksana demokrasi,” kata Firdaus yang didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir, dan anggota Dewan Penasihat SMSI Pusat, Ervik Ary Susanto.
Senada dengan Firdaus, Muzani menambahkan bahwa kepolisian harus segera menyelesaikan secara tuntas penanganan kasus penembakan Marsal. Tidak ada alasan lagi kasus penembakan orang tidak diusut. “Harus diusut tuntas. Adili pelakunya,” tandasnya.
Ketua Dewan Pers Mohammad NUH pada Sabtu (19/6) juga mengecam penembakan terhadap Marsal.



