INFOTANGERANG.CO.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan Islam dengan menyalurkan bantuan material untuk pembangunan Pondok Pesantren Salafiyah Manba’ul Al-Kufy. Sebanyak 66 dus keramik diserahkan langsung di lokasi pembangunan yang berada di Kampung Kopi, RT 004/01, Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, pada Senin (30/3/2026).

Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap lembaga pendidikan yang fokus pada pengajaran agama. Ia berharap dengan tersedianya sarana yang memadai, para santri dapat belajar dengan lebih nyaman.

“Kami ingin mendukung kegiatan belajar mengajar agar lebih baik dan nyaman. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para santri yang sedang mendalami ilmu agama,” ujar Lesman Bangun.

Sebelumnya, SMSI Banten juga telah memberikan kontribusi berupa satu DO batu hebel, satu mobil pasir, dan satu mobil batu kali untuk mempercepat proses konstruksi pesantren tersebut. Penyerahan bantuan keramik kali ini diwakili oleh Wakil Sekretaris II SMSI Provinsi Banten, Herman.

Kehadiran rombongan SMSI disambut hangat oleh pimpinan Ponpes Manba’ul Al-Kufy, Kiyai Aby Muluk. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang diberikan.

Menurut Kiyai Aby Muluk, perluasan bangunan pesantren menjadi sangat mendesak karena jumlah santri yang terus meningkat. Kapasitas yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung antusiasme para santri yang ingin belajar.

“Terima kasih banyak atas bantuan ini. Material ini akan langsung kami gunakan untuk melanjutkan pembangunan. Kami membangun area yang lebih luas karena minat santri semakin tinggi, sementara kapasitas saat ini sudah tidak mencukupi,” jelas Kiyai Aby Muluk.

Ia juga berharap langkah SMSI Banten dapat menjadi pemantik bagi donatur lain untuk turut berkontribusi. “Semoga ada donatur lain yang tergerak membantu, sehingga proses pembangunan ini bisa selesai lebih cepat dan santri bisa belajar dengan lebih layak,” pungkasnya.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *