Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Bejat! Seorang Kakek Cabuli 4 Anak di Jatiuwung

Hukum & Kriminal, Kota Tangerang  

Advertisement

KOTA TANGERANG – Seorang kakek berinisial AKD (59) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian sektor Jatiuwung lantaran diketahui mencabuli empat anak di rumahnya saat istri tengah bekerja.

Dengan modus mengajak bermain dan memberikan uang jajan 5 hingga 10 ribu rupiah dilakukan sang kakek agar anak-anak tersebut datang untuk memuluskan niat jahatnya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Pratama Simanggara Sambiring, Sabtu (22/8/2020) disampaikan dalam keterangan pers tertulis kepada infotangerang.co.id.

“Diamankan atas laporan orang tua korban tanggal 16 Agustus 2020 kemarin, yang curiga saat salah satu anak mengajak anak lainnya untuk datang ke rumah sang kakek,” ujar Aditya.

Baca juga:  Ditengah Pandemi, Oknum Desa Malah Minta THR ke Pedagang Kaki Lima

Saat diintrogasi di rumahnya oleh anggota, lanjut Kapolsek, tersangka mengakui melakukan pencabulan tersebut dan sudah berlangsung lama dengan total korban empat orang anak.

“Saat korban yang merupakan anak tetangga datang kerumahnya, disitu tersangka mencabuli anak itu dengan jari dan alat kelaminnya. Puas melakukan hal bejat tersebut, pelaku memberikan uang jajan. Korban rata-rata berumur 5 sampai 10 tahun,” jelas Kapolsek Aditya.

Masih kata Aditya, terungkap baru empat orang karena masih dalam penyelidikan dan sudah melakukan visum ke rumah sakit, kami telah berkoordinasi ke bagian PPA dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Baca juga:  Ketua LSM Portas: Satpol PP Kota Tangerang Harus Tindak Tegas Terkait Izin RSIA Makiyah

“Karena kasus ini berhubungan dengan anak dan guna menghilangkan trauma healing, kita lakukan koordinasi dengan pihak PPA Polres dan KPAI,” jelasnya.

Saat ini tersangka telah diamankan mendekam ditahanan Polsek Jatiuwung dan menyita barang bukti untuk melengkapi penyidikan.

“Tersangka telah diamankan dan dijerat dengan pasal 76D Jo 81 dan atau 76E Jo 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (Her/Red)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan