KOTA TANGERANG – Trans Tangerang Ayo (Tayo) adalah sistem bus raya terpadu (BRT) yang mulai beroperasi pada 1 Desember 2016 di Kota Tangerang. Layanan BRT ini dihadirkan untuk mengurangi kemacetan serta menyediakan transportasi massal yang nyaman, aman, bersih, dan cepat bagi masyarakat.

Dihimpun dari berbagai sumber pada Jumat 22 Mei 2026, ​pada masa awal peluncurannya, layanan BRT ini sempat digratiskan selama dua minggu sebagai bentuk pengenalan kepada publik. Kini, sistem Bus Tayo juga telah terintegrasi dengan jaringan transportasi Jabodetabek lainnya, seperti TransJakarta dan KRL Commuter Line.

Berikut adalah Rincian Spesifikasi Teknis, Operasional, dan Manajerial dari Layanan BRT Kota Tangerang:

​1. Pengadaan, Profil Umum dan Manajemen

Pengadaan: Dishub Kota Tangerang berperan sebagai perencana, pengelola, sekaligus operator utama armada Bus Tayo. Pengadaan armada dan pembukaan koridor rute baru, hingga evaluasi operasional harian, Dishub memegang kendali penuh untuk memastikan layanan transportasi publik ini berjalan optimal. Pengadaan Bus Tayo ini dikelola oleh Pemerintah Kota Tangerang bersama PT Tangerang Nusantara Global (TNG).

Direktur Utama PT TNG: Saat ini, operasional dan pengembangan strategis berada di bawah kepemimpinan Muhamad Rijal.

Kantor Pusat: Seluruh aktivitas manajemen, pemantauan, dan administrasi berpusat di kawasan Cimone, Kota Tangerang.

Tanggal Pendirian: Layanan Trans Tangerang Ayo resmi didirikan pada 1 Desember 2016, menandai babak baru modernisasi transportasi massal di Kota Tangerang. Layanan ini bertujuan menekan kemacetan dengan tarif Rp2.000 (atau gratis untuk pelajar dan lansia pada jadwal tertentu).

Di tahun 2021, PT Tangerang Nusantara Global, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) holding company milik Pemerintah Kota Tangerang ini mulai mengoperasikan angkutan pengumpan dengan nama Si Benteng.

Pada tahun 2022, Trans Kota Tangerang mengubah namanya menjadi Bus Rapid Transit Tangerang Ayo yang biasa disingkat menjadi Bus Tayo.

Nama baru untuk Trans Kota Tangerang ini diambil dari nama kartun anak-anak asal Korea Selatan berjudul Tayo the Little Bus.

2. Cakupan Operasional dan Wilayah Layanan

Skala Cakupan: Berstatus sebagai transportasi lokal, dengan wilayah layanan utama yang berfokus penuh di dalam koridor Kota Tangerang.

Jenis Layanan: Sistem Transit Massal berbasis jalan dengan konsep Bus Raya Terpadu (BRT), yang mengutamakan ketepatan waktu dan kenyamanan penumpang.

3. Kekuatan Armada, Konektivitas dan Teknis

Total Armada: Sebanyak 120 unit kendaraan disiagakan untuk melayani mobilitas warga setiap harinya.

Komposisi Kendaraan: ​40 unit bus besar dialokasikan untuk koridor utama dengan volume penumpang tinggi.​ 80 unit bus kecil: Digunakan sebagai angkutan pengumpan (feeder) untuk fleksibilitas manuver di jalur-jalur sekunder. 120 unit BRT Tayo beroperasi di lima koridor setiap harinya, yakni koridor Poris Plawad-Jatake, Poris Plawad-Cibodas, Ciledug-Tangcity Mall, dan Cadas-Pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Jenis Bahan Bakar: Seluruh armada operasional beroperasi menggunakan mesin diesel berbahan bakar solar.

Saat ini di tahun 2026, sebagai upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik, Pemerintah Kota Tangerang melakukan peremajaan terhadap 10 unit Bus Rapid Transit Tayo.

Bus Tayo menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat urban, sistem transportasi ini dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi, pemukiman, dan fasilitas publik di seluruh wilayah Kota Tangerang.

(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *