Menjelang pergantian tahun, Damar Langit memilih langkah yang tidak biasa. Di saat banyak tempat merayakan dengan pesta kembang api, resort ini justru mengusung tema “Step Back in Time”. Sebuah konsep nostalgia yang membawa tamu kembali ke nuansa romantis dua hingga tiga dekade silam melalui alunan musik dan kuliner autentik.
Menariknya, perayaan tahun ini dilakukan tanpa kembang api. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan atas musibah yang menimpa masyarakat di Aceh dan Medan. Langkah ini menunjukkan bahwa pariwisata dan rasa empati dapat berjalan berdampingan.
Dukungan SMSI dalam mempublikasikan konsep sustainable tourism di Damar Langit juga menyasar pada program-program lingkungan yang unik, di antaranya:
Program Pohon Asuh: Setiap pengunjung diajak menanam pohon untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air di Curug Damar yang menghidupi warga Cisarua.
Damar Tea Patisserie: Kolaborasi dengan petani teh lokal Jawa Barat untuk menyajikan Artisan Tea. Program ini memberikan nilai jual yang lebih layak bagi petani lokal melalui resep-resep tanaman khas Indonesia.
Dengan fasilitas mulai dari Dome Glamping hingga jalur trekking yang menantang, Damar Langit membuktikan bahwa kemewahan bisa bersanding manis dengan kepedulian.
Melalui sinergi bersama SMSI, pesan tentang keharmonisan antara manusia, alam, dan media ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, menjadikan setiap detik liburan terasa lebih bermakna.
(Ard/Rdk)



