“Konsultasi, pemeriksaan tes memori, terapi baik farmakologi dan non farmakologi yang tepat bagi seseorang yang terdeteksi gejala demensia agar kondisi gangguan ingatan mereka tidak bertambah buruk,” sebut dr Mimin.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami demensia, ada faktor yang tidak dapat dihindari seperti salah satunya adanya faktor genetik atau keluarga yang juga mengalaminya, jenis kelamin, usia, dan ras.
Sementara faktor risiko lain yang bisa kita hindari misalnya merokok, alkohol, tidur yang kurang, stress berlebihan yang juga turut menambah penyakit-penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, kolesterol dan juga penyakit jantung.
Aktif dalam kegiatan yang bersifat sosial di sarankan dr Mimin, karena mampu menekan dampak demensia seseorang, seperti olahraga, aktivitas keagamaan, silaturahmi keluarga atau tetangga hingga menekuni hobi yang disukainya.
“Dikarenakan biasanya seseorang yang mengalami demensia seringkali menarik diri dari lingkungannya dan juga tidak melakukan hoby yang biasa ditekuni. Dan aktivitas-aktivitas yang rutin dijalankan dapat memperlambat laju perburukan demensia pada seseorang,” tuturnya.
Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSSI) saat ini sudah mengeluarkan program aplikasi yang dapat diunduh di yaitu EMS. E- memory screening, berisi kuesioner 8 pertanyaan sederhana untuk deteksi dini demensia yang dapat diakses siapapun, kapanpun, dimanapun.
“Sejumlah tes untuk mengetahui tingkat keparahan demensia bisa kita lakukan di RS Sari Asih Cipondoh, berupa Tes Memori, MMSE sama MoCa Ina,” lanjut dr Mimin.
Terkait demensia, Kemenkes sudah mengeluarkan slogan pencegahan penyakit tidak menular yang mana demensia menjadi bagian dari salah satu penyakit tidak menular. Slogan tersebut adalah CERDIK, C yaitu Cek kesehatan secara berkala, E yaitu Enyahkan asap rokok, R yaitu Rajin aktivitas fisik, D yaitu Diet seimbang, I yaitu Istirahat cukup dan K yaitu Kelola stress.
“Slogan ini mari kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pengetahuan tanpa action tidak akan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik,” tutup dr Mimin Supriatin, SpN, M.Kes.
(Mad/Rdk)



