“Ingat selalu bahwa Ditjen Bina Adwil merupakan pembina dan pengawas umum maupun teknis untuk penyelenggaraan urusan wajib pelayanan dasar Trantibumlinmas di daerah. Maka cipta kondisi dan koordinasi yang intensif baik suburusan trantibum, bencana maupun pemadam kebakaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mendukung kelancaran Pemilu 2024,” ujar Safrizal.
Paralel dengan hal tersebut, dirinya meminta kepada seluruh pegawai Ditjen Bina Adwil agar lebih berhati-hati dalam bersikap pada tahun politik 2024. Mereka juga diminta menghindari kegiatan yang berpotensi melanggar ketentuan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), agar terhindar dari sanksi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
“Jadikan Ditjen Bina Adwil zero fault untuk pelanggaraan netralitas ASN. Tidak hanya terkait dengan pelaksanaan disiplin pegawai, namun juga harus mampu menjadi role model dan contoh baik untuk aparat kewilayahan seperti Camat, Lurah, Satpol PP, Satlinmas maupun Sat Damkarmat,” ungkapnya.
Rangkaian acara lalu ditutup dengan penandatanganan perjanjian kinerja unit kerja eselon II, yang dilanjutkan dengan penyerahan buku Kapita Selekta Data dan Isu Strategis lingkup Bina Administrasi Kewilayahan kepada para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Ditjen Bina Adwil.
“Diserahkannya buku Kapita Selekta Data ini merupakan aktualisasi dari peran vital Ditjen Bina Adwil sebagai sumber utama informasi kewilayahan sekaligus menjadi legasi intelektual dalam perumusan kebijakan secara teknokratik,” pungkasnya.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Jhn/Rdk)



