Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Dukcapil Serahkan Akta Kematian Okky Bisma ke Keluarga

DKI Jakarta  

Dirjen Zudan Arif Fakrulloh bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Raharjo S menyerahkan santunan dari Jasa Raharja yang didampingi Direktur Operasional Sriwijaya Air, Selasa (12/1/2021).
Advertisement

JAKARTA – Setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil melakukan identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 atas nama Ocky Bisma, berdasarkan hasil kecocokan sidik jari dengan data KTP elektronik (KTP-el), Tim Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri langsung menerbitkan akta kematian korban dan diserahkan kepada keluarga, pada Selasa (12/1/2021).

“Kami menerbitkan akta kematian atas nama Bapak Okky Bisma, hari ini akan kami serahkan ke keluarga yang mewakili korban dan ditindaklanjuti oleh Jasa Raharja,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur.

Baca juga:  Jadi Kepala LKPP, Hendrar Prihadi Disebut Pengamat Disiapkan untuk Pilgub Jateng

Dirjen Zudan memastikan tidak ada mekanisme rumit yang harus ditempuh oleh keluarga yang ditinggalkan.

“Jadi tidak ada persyaratan yang rumit dari identifikasi tim DVI langsung kami tindak lanjuti dengan pembuatan akta kematian agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya oleh keluarga dan pihak-pihak terkait,” kata Dirjen Zudan saat bertakziah ke rumah duka sekaligus menyerahkan akta kematian kepada keluarga korban hari ini juga.

Baca juga:  Launching MTQ VI Korpri Tingkat Nasional, Sumbar Siap Terima Kafilah 37 Provinsi dan 86 K/L

Turut serta mendampingi Dirjen Zudan Arif Fakrulloh adalah Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Raharjo S menyerahkan santunan dari Jasa Raharja dan didampingi Direktur Operasional Sriwijaya Air. Hari ini dari Tim Dukcapil akan menerbitkan lagi 3 Akta Kematian dan dokumen kependudukan lainnya sesuai kebutuhan keluarga korban. Kemarin pada hari selasa sore sudah ditemukan lagi 3 Korban yang beralamat di Kota Surabaya, Kota Pontianak dan Jakarta Selatan. (Dhi/Red)

Source: Puspen Kemendagri.

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement