Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Film Handaru, Gagasan Cerdas Novelis Diantika IE

DKI Jakarta, Lifestyle  

Foto kolase: Diantika IE bersama Roy Wijaya.
Advertisement

LIFESTYLE – Film Handaru “Lelaki Juga Punya Hati” yang akan digarap Sutradara Roy Wiaya, ternyata lahir dari sebuah inspirasi yang luar biasa, karena diadaptasi dari Novel Cinta yang unik karya Diantika Irma Ekawati. Novel yang mampu menjungkirbalikkan emosi pembacanya.

Dengan membaca novel Handaru pembaca seolah-olah turut terlibat di dalamnya, pembaca dapat dibuat tersipu malu, kesal, marah, bahagia, dan emosi serta yang lainnya, dengan mudah berubah-ubah mengikuti serangkaian peristiwa yang disajikan. Itulah Handaru yang mengaku Lelaki Juga Punya Hati.

“Yang menginspirasi saya menulis novel Handaru adalah berawal dari banyaknya gambaran kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginan,” kata Diantika dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga:  Hoaks or Not: Indonesia Kembali Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?

Masih kata Diantika yang akrab disapa Teh Dian ini mengatakan bahwa melihat kehidupan nyata terutama dalam hal asmara, pasangan yang diinginkan malah tidak dapat dimiliki atau sebaliknya, dan yang sedang bersama pasangannya dan menikah malah bukan orang yang diinginkan sehinggga banyak sekali perbedaan.

“Tetapi itulah kehidupan. Kalau misalnya kita dipasangin dengan yang selamanya cocok dan klik maka gak akan ada proses perbaikan diri, gak ada proses pendewasaan, gak ada pendidikan karakter, gak ada yang namanya sabar,” tuturnya.

Menurutnya, jika pasangan hidup sesuai dengan yang diinginkan, Baginya mungkin hidup akan diisi dengan main-main karena pasangan kita sama dengan kita.

Baca juga:  Pegadaian Kantor Wilayah IX Dukung Penguatan Ekosistem Bullion Nasional

“Gak ada yang negur saat salah, gak akan ada saling mengingatkan maka dengan dahsyatnya Tuhan menjadikan manusia berpasang-pasangan dengan orang yang memang tepat dan terbaik menurut Tuhan bukan menurut manusia,” jelasnya.

Menulis novel Handaru bagi Teh Diantika tidak ada rintangan yang berarti dalam proses penulisan. “Semua ngalir begitu saja, karena sebelumnya saya sudah mempelajari cara mudah dan cepat menulis novel, termasuk proses riset, dan lain-lain,” urainya.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement