KOTA TANGERANG – Memperingati HUT BPJS Watch Tangerang Raya yang ke-7 Tahun dan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, BPJS Watch menyantuni puluhan anak yatim.
Selain menyantuni anak yatim, BPJS Watch juga melaksanakan forum diskusi dengan tema Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Dalam Mewujudkan Pelayanan Prima Bagi Peserta. Kegiatan digelar di Pakons Prime Hotel Kota Tangerang, Rabu(10/11/2021).
Forum diskusi tersebut membahas permasalahan yang dialami peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Tangerang Raya yang ternyata masih saja terjadi, terutama di rumah sakit yang masih ditemukan penolakan pasien yang membutuhkan penanganan, dan kurang baiknya pelayanan. Hal itu diungkapkan Koordinator BPJS Watch Tangerang Raya, Sugandi.
Sugandi mengatakan, dalam sehari pihaknya menerima sebanyak lima sampai 10 laporan terkait keluhan pelayanan peserta BPJS. Kendati demikian, hingga saat ini laporan kasus kurang baiknya pelayanan BPJS kini kian menurun.
“Kami itu hampir sehari lima sampai 10 laporan. Kasusnya terkait penolakan dan kurang baiknya pelayanan, tapi Alhamdulillah sekarang drastis mungkin satu sampai dua saja perhari. Tapi masih ada dan itu mayoritas di faskes tingkat satu,” tuturnya kepada wartawan.
Sugandi menyebut, pihaknya berharap tidak ada lagi peserta BPJS yang ditolak atau tidak terlayani di setiap fasilitas kesehatan (faskes).
“Kami juga berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat atau pekerja yang menjadi peserta BPJS Kesehatan ditolak di RS atau tidak mendapat pelayanan khususnya terkait dengan angkahnya ICU dan lain sebagainya. Jadi berharap pemerintah untuk memperhatikan hal ini,” jelasnya.
Sugandi menambahkan, pihaknya siap membantu dan mengadvokasi masyarakat yang menjadi peserta BPJS untuk mendapatkan hak-haknya. Masyarakat pun bisa Langsung menghubungi BPJS WATCH Tangerang yang sudah tersebar di semua organisasi serikat pekerja yang ada di perusahaan se-Tangerang Raya.
“Ya karena pada dasarnya kami ini relawan kemanusiaan, jadi kami itu punya motto fastabiqul khoirunas. Mudah-mudahan dapat doa dari anak yatim untuk tetap bisa membantu masyarakat pekerja,” ujarnya. (Fan/Red)


