“Tabungan kemoderatan PKB sejak lama itu, kini menghasilkan. Bukan hanya karena berbasis NU, namun kita lihat ada Daniel Johan, seorang Budhist diposisikan sebagai wasekjen. Jadi kalau partai islam lain masih sebatas selogan, PKB ini sudah kongkret,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Riset KPN, KRT Tamil Selvan mengatakan bahwa kebersandingan Muhaimin Iskandar dengan Prabowo merupakan suatu pelengkap yang pas, dimana sejak 2014 dan 2019 Prabowo selalu dikaitkan dengan stigma Islam radikal, maka dengan hadirnya PKB yang moderat akan menghapus anggapan tersebut.
“Saya kira ini potret keinginan masyarakat, ketika Pak Prabowo bersanding dengan Cak Imin yang dianggap simbol Islam moderat, maka serangan politik yang digelar sejak 2014 dan 2019 seolah Pak Prabowo itu intoleran tidak akan berjalan,” kata pria yang akrab disapa Kang Tamil ini.
Dia menambahkan bahwa strategi Cak Imin sebagai pelopor baliho Calon Presiden dinilai berhasil dan kini mulai diikuti oleh calon-calon lainnya.
“Jika bicara popularitas, gaya Cak Imin ini out of the box. 2014 Cak Imin yang pertama memainkan strategi baliho capres secara masif di 2019, dan terbukti berhasil memikat daya ingat masyarakat. Saat ini gaya milenial ala Cak Imin juga sangat digandrungi, sehingga sulit disamai oleh aktor politik lain,” ucap Tamil Selvan.
Survei yang digelar pada 14-20 November 2022 tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200, margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(Rdk)


