”Karena pada saatnya nanti yang akan menentukan siapa menang, siapa kalah, bukan saja visi, tapi jiwa dan raga tadi. Saya katakan jiwa dan raga, bukan hanya raga, tapi juga jiwa. Pikiran Anda menentukan lisan Anda. Lisan Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan karakter Anda,” terangnya.
Ia menilai, mahasiswa Unhan NTT sebenarnya sudah memiliki modal awal yang sangat unggul. Pola pembinaan di kampus ini telah membentuk kesiapan fisik dan mental yang matang untuk menghadapi tantangan zaman, serupa dengan sekolah-sekolah kedinasan lainnya.
Lebih lanjut, Bima mengajak para mahasiswa untuk meneladani tokoh-tokoh yang konsisten menjaga kedisiplinan. Baginya, mustahil seseorang mampu memimpin dan bekerja keras jika kondisi fisik dan mentalnya tidak prima.
Di akhir arahannya, Wamendagri berpesan agar para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan emas menempuh pendidikan di Unhan. Ia meminta mereka mempertahankan disiplin hingga lulus, serta bijak dalam membangun lingkungan pergaulan.
”Tetap dalam orbit para pemimpin. Rawatlah, ini kalian semua saling merawat. Lihat kanan kalian, lihat kiri kalian, dan selalu ingat, sahabat-sahabatnya. Ini harus di lingkaran yang saling menolong-menolong dalam kebaikan,” pungkas Bima.
(Ard/Rdk)



