KOTA TANGERANG – Masalah kesehatan terkait gagal ginjal akut pada anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang telah menyiapkan langkah-langkah dengan melakukan sosialisasi ke organisasi profesi seperti IDI, IDAI, dan Ikatan Apoteker Indonesia serta menghentikan sementara penjualan obat sirup dan tidak meresepkannya.
Dilansir dari website resmi Pemerintah Kota Tangerang, tercatat per Rabu (26/10/2022), kejadian gagal ginjal akut pada anak telah mencapai enam kasus. Hal ini mengindikasikan jika gagal ginjal pada anak telah terjadi di wilayah Kota Tangerang.
Para orang tua pun masih awam dan bertanya-tanya apa saja gejalanya dan bagaimana kondisi anak setelah mengalaminya?
Dokter Spesialis Anak, RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dr. Nunki Andria Sp.A, menyebutkan bahwa penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (Gg GAPA) yang terjadi belakangan ini belum bisa disimpulkan penyebabnya dan berbeda dengan Gagal Ginjal Akut yang sudah ada sejak dulu.
Menurut dr. Nunki, penyakit ini ditemukan sebagian besar pada anak balita tanpa riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
Kasus gagal ginjal akut ini berbeda dengan kasus gagal ginjal akut yang telah terjadi sebelumnya. Dulu, Gagal Ginjal Akut dapat disebabkan infeksi, kehilangan cairan yang banyak dalam waktu singkat seperti diare dehidrasi berat, atau hal lain yang bisa dijelaskan sebagai penyebabnya.



