“Pada kasus Gg GAPA ini kondisi anak memburuk dalam jangka waktu yang singkat, sehingga perlu dilakukan penanganan segera,” ujar dr. Nunki.
Dijelaskan dr. Nunki, gejala kasus Gg GAPA ini kadang diawali dengan demam, infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, kemudian secara mendadak anak mengalami penurunan produksi urin, urin berwarna pekat, hingga tidak ada urin samasekali selama 6-8 jam di siang hari, tanpa ada dehidrasi,” lanjutnya.
dr. Nunki mengingatkan kepada para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya agar mengantisipasi kejadian ini dan segera langsung mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengatasinya.
Ia pun menyarankan agar orang tua jangan panik jika gejala-gejala tersebut terjadi pada anak-anak dan untuk sementara ini jangan memberikan obat-obatan tanpa resep dokter.
“Yang paling utama itu menjaga prilaku hidup bersih, aktif dan menjaga asupan gizi anak agar tetap sehat dan imunitas terjaga,” ujar dr. Nunki.
(Mad/Rdk)



