Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Mengenal Kanker Payudara: Penyebab Umum, Gejala, dan Pencegahannya dari Dokter Onkologi RS Sari Asih Ciputat

Kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel di payudara tumbuh tidak terkendali, membentuk benjolan atau massa. Dan sel-sel tersebut bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah atau getah bening.

Kesehatan  

Editor: Maya

Dok. RS Sari Asih Group
Advertisement

6. Paparan Radiasi: Terapi radiasi pada area dada di usia muda.

“Faktor-faktor risiko ini tidak berarti Anda pasti akan terkena kanker payudara, namun memahami ini membantu kita lebih waspada,” kata dr. David.

Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker payudara. Kenali gejala-gejala berikut:

  • Benjolan atau Massa di Payudara atau Ketiak: Ini adalah gejala yang paling umum. Benjolan mungkin terasa keras dan tidak nyeri, tapi bisa juga nyeri.
  • Perubahan Ukuran atau Bentuk Payudara: Salah satu payudara tiba-tiba membesar atau bentuknya berubah.
  • Perubahan Kulit Payudara: Kulit payudara berlesung seperti kulit jeruk (peau d’orange), kemerahan, bersisik, atau terjadi penebalan kulit.
  • Perubahan Puting Susu: Puting tertarik ke dalam (retraksi), nyeri, gatal, atau mengeluarkan cairan abnormal (bukan ASI), terutama jika berdarah.
  • Nyeri Payudara Persisten: Nyeri yang tidak kunjung hilang, meskipun ini jarang menjadi satu-satunya gejala kanker.

Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Payudara

Baca juga:  Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak

Meskipun tidak semua kanker payudara bisa dicegah, ada langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko dan mendeteksinya sedini mungkin:

1. Pola Hidup Sehat:

  • Jaga Berat Badan Ideal: Hindari obesitas.
  • Aktif Bergerak: Lakukan olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari.
  • Diet Seimbang: Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kurangi lemak jenuh serta makanan olahan.
  • Batasi Alkohol: Jika mengonsumsi, lakukan dalam jumlah sangat terbatas.
  • Berhenti Merokok: Jauhi rokok dan paparan asap rokok.

2. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI):

  • Lakukan SADARI setiap bulan setelah masa haid selesai. Kenali payudara Anda sendiri agar bisa merasakan perubahan sekecil apapun.

3. Pemeriksaan Klinis Payudara (SADANIS):

  • Periksakan diri ke dokter setiap 1-3 tahun sekali untuk pemeriksaan payudara klinis, terutama bagi wanita di atas 20 tahun.

4. Mamografi dan USG Payudara:

  • “Bagi wanita di atas 40 tahun, skrining rutin dengan mamografi sangat direkomendasikan,” tegas dr. David Samuel Kereh. “Untuk usia di bawah 40 tahun atau dengan payudara padat, USG payudara seringkali menjadi pilihan yang baik.”
  • Diskusikan dengan dokter Anda jadwal skrining yang tepat sesuai dengan faktor risiko pribadi Anda.
Baca juga:  Waspada Fenomena “Super Flu” yang Sedang Viral: Gejala Lebih Lama dan Lebih Menular

5. Konsultasi Genetik:

  • Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara atau ovarium, pertimbangkan untuk melakukan konseling genetik untuk mengetahui risiko dan pilihan pencegahan yang lebih agresif.

Jangan Tunda, Periksakan Diri Anda!

Kanker payudara bukan akhir dari segalanya. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, tingkat kesembuhan bisa sangat tinggi. Jangan takut atau menunda pemeriksaan jika Anda menemukan adanya perubahan pada payudara Anda.

“Deteksi dini adalah senjata terbaik kita melawan kanker payudara,” pungkas dr. David Samuel Kereh, SpB. Subsp. Onk(K),
Dokter Spesialis Bedah Onkologi di RS Sari Asih Ciputat. “Segera konsultasikan dengan dokter jika memiliki kekhawatiran atau ingin melakukan skrining rutin,” tegasnya.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement