KESEHATAN – Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan tahap akhirnya, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), sering kali diselimuti oleh kesalahpahaman yang tebal. Mitos-mitos ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga memicu diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Untuk meluruskan informasi tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Ciledug, dr. Astri Handayani, Sp.PD membeberkan tentang fakta dan mitos seputar HIV/AIDS.
Mitos Paling Umum tentang HIV/AIDS
HIV Menular Lewat Gigitan Nyamuk atau Berbagi Alat Makan
FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Ini adalah mitos yang paling sering muncul dan salah besar. Virus HIV tidak menular melalui gigitan serangga (nyamuk, kutu, dll.) atau melalui air liur, keringat, sentuhan, berpelukan, berciuman, atau berbagi alat makan dan toilet.
“HIV menular hanya melalui cairan tubuh tertentu, yaitu darah, air mani, cairan vagina, cairan anus, dan air susu ibu (ASI). Dan ciuman pun jika tdk mempunyai luka di mukosa maka resiko penularannya sangat kecil,” tegas dr. Astri.
ODHA Akan Cepat Meninggal
FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Di era pengobatan modern, anggapan ini sudah tidak berlaku. Dengan kemajuan medis, khususnya terapi ARV (Antiretroviral), ODHA kini dapat menjalani hidup yang panjang dan sehat. Pengobatan ARV efektif menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi (Undetectable).
“Dengan minum ARV rutin, virusnya bisa ditekan sampai U=U (Undetectable = Untransmittable). Artinya, virus tidak terdeteksi dan risiko penularan sangat kecil dan bahkan menjadi nol,” jelas dr. Astri.
Hanya Orang dari Kalangan Tertentu yang Bisa Terkena HIV
FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: HIV tidak mengenal strata sosial, profesi, orientasi seksual, atau gaya hidup. Siapa pun dapat tertular jika melakukan perilaku berisiko, seperti berhubungan seksual tanpa kondom atau berbagi jarum suntik.
HIV/AIDS Bisa Disembuhkan dengan Obat Herbal atau Alternatif
FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total. Satu-satunya pengobatan yang terbukti secara medis efektif adalah terapi ARV.
Penggunaan obat herbal tanpa pengawasan dokter justru berisiko merusak organ dan mengganggu efektivitas ARV.
Jika Hasil Tes HIV Negatif, Saya Tidak Perlu Khawatir Lagi



