Headline:
Permohonan Maaf Atas Down-Nya Website infotangerang.co.id Karena DDoS Attack
Advertisement - Scroll to continue with content

Ngaku Bisa Obati Guna-guna Gantung Waris, Pria Ini Malah Cabuli Adik Ipar

Pria berinisial MS (37) dibekuk Polsek Rajeg karena melakukan perbuatan asusila. (Dok. infotangerang.co.id)

KABUPATEN TANGERANG – Seorang pria berinisial MS (37) harus berurusan dengan aparat Polsek Rajeg, Polresta Tangerang Polda Banten. Pasalnya, pria yang yang berprofesi sebagai buruh harian ini diduga melakukan pencabulan kepada adik iparnya yang berusia 19 tahun.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, tersangka tertarik kepada adik iparnya, sehingga tersangka menggali informasi mengenai kehidupan pribadi korban.

“Usai mendapat informasi, tersangka dengan tipu muslihat menyampaikan bahwa korban terkena guna-guna gantung waris sehingga akan sulit mendapatkan jodoh,” kata Romdhon kepada wartawan di Mapolresta Tangerang, Rabu (27/7/2022).

Tersangka kemudian menyampaikan bahwa korban harus diobati. Karena dianggap sebagai niat baik, korban dan orang tua korban atau mertua tersangka menyetujui usul itu.

Selanjutnya, korban pun diantar oleh orang tuanya ke rumah tersangka yang berada di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang pada Minggu (10/7/2022).

Baca juga:  Video: Polisi Datangi Rumah Rentenir Gara-gara Sekap Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Bayar Hutang

Di rumah tersangka, korban diminta masuk kamar. Sedangkan ayah korban menunggu di ruang tamu bersama istri tersangka atau kakak korban.

“Di dalam kamar, dengan alasan ritual pengobatan, tersangka meminta korban melepas pakaian dan celana. Korban sempat menolak, namun dipaksa oleh tersangka. Setelah korban membuka pakaiannya, pada saat itulah tersangka mencabuli korban,” jelas Romdhon.

Setelah itu, pelaku beralasan pengobatan tidak bisa dilakukan hanya sekali. Tersangka pun meminta korban untuk datang kembali esoknya. Korban kemudian datang lagi esok harinya atau Senin (11/7/2022) ke rumah tersangka.

Kali ini, korban pun meminta agar pengobatan tidak seperti sebelumnya. Namun, tersangka berkilah bahwa pengobatan mengusir guna-guna atau makhluk gaib harus dilakukan dengan cara melucuti pakaian.

Baca juga:  Gaji Tak Kunjung Cair, Pria di Kecamatan Kemiri Nekat Gantung Diri

“Di dalam kamar, tersangka menutup mata korban dengan kain. Melepaskan pakaian korban dan kembali melakukan perbuatan asusila,” tutur Romdhon.

Korban pun menceritakan kejadian itu ke orang tua dan kakaknya. Keluarga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rajeg.

“Korban akhirnya menceritakan kejadian itu ke orang tuanya, kakak, dan istri tersangka. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan. Kemudian petugas segera menangkap tersangka dan membawa ke Polsek Rajeg untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Romdhon.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, subsider Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.

(Red)