KABUPATEN TANGERANG – Penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui sistem pembayaran elektronik di Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang diduga menjadi polemik.

Dari informasi yang dihimpun, program BPNT yang didapat melalui Kementerian Sosial RI tersebut disalurkan setiap bulan kepada KPM seharusnya dilakukan pada November 2020. Namun, para KPM di Desa Gaga telah menerimanya pada Rabu 28 0ktober 2020. Bila melihat prosedur seharusnya penyaluran BPNT dapat disalurkan kepada KPM bilamana saldo rekening sudah masuk di warung agen BRI Link dari tanggal 1 atau tanggal 5 setiap bulannya.

Marsih sebagai ketua kelompok Desa Gaga mengatakan penyaluran program BPNT sebelum saldonya masuk itu sudah diberitahu oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Besok kita datang barang dari Saipul ya. Itu atas arahan dari Pak Kadis dan barangnya datang dari Haji Sadeli dan ini arahan dari TKSK,” tutur Marsih kepada KPM dihadapan wartawan, dilansir wartakan.id Rabu (28/10/2020).

Sementara itu, Karna selaku ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pakuhaji meminta kepada agen dan penyalur KPM agar memberikan sembako setelah saldo sudah masuk ke rekening.

“Agar tepat waktunya baru bisa dilaksanakan, hal ini akan jadi bahan evaluasi kedepannya,” kata Karna saat dihubungi melalui telepon.

Hingga berita ini diturunkan, wartakan.id masih berusaha mencari keterangan kepada pendamping PKH terkait permasalahan dugaan curi start penyaluran BPNT tersebut. (Dhi/Red)

Source: wartakan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *