“Saya buta huruf tidak bisa baca karena tidak sekolah, disuruh tanda tangan saya enggak bisa. Akhirnya saya disuruh cap jempol. Kata dia nanti yang aslinya buat Pak Rasmin ya. Saya pegang foto copynya aja, tapi sampai sekarang tulisan itu belum dikasih,” ungkapnya.
Sebelum pulang Rasmin sempat diberikan sejumlah uang buat beli bensin. “Saya dikasih uang Rp 50 ribu sama Kepala Desa Sidajaya dan Rp 50 ribu sama orang PG 2 Subang buat uang bensin. terima kasih khususnya kepada kepala desa sudah diberikan uang bensin. Karena baru kali ini saya menerima uang belas kasihan dari beliau,” ucapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak perangkat Desa Sidajaya terkait hal tersebut. Wartawan sempat menghubungi Kepala Desa Sidajaya melalui pesan singkat namun belum ada tanggapan. (Rud/Red)
Source: Media Purna Polri.



