KOTA TANGERANG – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya tenggelam di Kali Cisadane (Jembatan Cisadane) Kota Tangerang, Senin (14/3/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga saat ini korban belum ditemukan.
Komandan Tim Basarnas Jakarta, Sahat Parulian mengatakan, sekitar 50 personil dari tim SAR gabungan diturunkan untuk mencari korban.
Pencarian sudah dilakukan tim Basarnas sejak pukul 20.00 WIB kemarin. Sampai dengan saat ini sudah memasuki hari kedua dalam proses pencarian.
“Untuk personil itu sekitar ada 50an dengan alat 5 perahu. Unsur yang terlibat itu dari pihak Basarnas sendiri, kemudian pihak kepolisian, kemudian dari koramil, dan dari berbagai organisasi relawan,” kata Sahat kepada infotangerang.co.id di lokasi kejadian, Selasa (15/3/2022).
“Untuk pencarian sendiri kita lakukan dari kemarin, untuk Basarnas sendiri lah ya, memang kita lakukan itu sekitar pukul 8 malam kemarin, sampai di lokasi langsung kita lakukan penyelaman serta melakukan pencarian menggunakan perahu karet,” jelasnya.
Dari 50 personil tim gabungan tersebut dibagi menjadi 3 regu, yaitu ada regu penyelam, regu yang menggunakan perahu karet, dan terakhir regu yang menyisir dari daratan.
“Untuk personilnya, untuk pencarian ya, kita bagi menjadi 3, dari penyelam, kemudian dari perahu karet, dan ada dari darat,” tutur Sahat.
Pada saat kejadian, lanjut Sahat, ada 3 saksi yang di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan sudah menghadap ke pihak kepolisian. Identitas korban sendiri sampai saat ini belum diketahui.
“Untuk saksi ada, itu ada 3, ada 3 orang dan sudah diperiksa juga oleh pihak kepolisian, kemudian dikembalikan lagi ke rumahnya masing-masing,” ujar dia.
“Untuk data korban sendiri kita masih belum ada info, karena kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian pun memang masih belum ada info tentang data korban ataupun rumah korban,” sambungnya.
Sahat menjelaskan bahwa timnya akan memaksimalkan pencarian dengan alat yang ada. Dengan adanya 5 perahu karet, Tim SAR gabungan membagi beberapa tugas di setiap perahunya, 3 perahu mencari dari TKP sampai dengan ke Pintu 10, dan 2 perahu di tugaskan mencari dari Pintu 10 sampai ke bawah.
“Jadi kita masih kebingungan dikarenakan arus yang deras, jadi kita masih menentukan lagi untuk titik penyelaman yang kita lakukan nanti, kemudian untuk kemungkinan kemungkinan itu tetep ada, mungkin korban ada di TKP, ataupun korban tuh bergeser dari tempat tenggelam,” tandasnya.
(Fat/Fan)



