“Tanggal 18 April, HO berziarah ke Kampung Ilat Balaraja. Pukul 11.00 WIB pulang ke Cisereh dan pada pukul 12.30 WIB sesak napas dan pingsan di rumah. Oleh keluarga dibawa ke Klinik Ilanur, didiagnosa jantung dan dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang dilakukan scan thorax dan rapid test, dengan hasil reaktif. Kemudian dirujuk ke RSUD Banten. Tanggal 20 April, saudara HO meninggal dunia,” ujar dr Desiriana.

Kemudian S. S sempat berobat ke Klinik Obbini. Namun kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang.

S mengeluh mual, lemas, dan sesak hingga diputuskan menjalani rawat inap pada 24 April. Sehari dirawat, tepatnya 25 April pukul 05.00 WIB, S dinyatakan meninggal.

“Dilanjutkan ke kasus kedua atas inisial S. Alamat: Villa Balaraja, bagian: QA, pada tanggal 23 April 2020 berobat ke Klinik Obbini, keluhan mual, lemas, dan sesak. Lalu dirujuk rawat inap tanggal 24 April, yang bersangkutan sesaknya terlihat berat. Kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang, dilakukan rapid test, hasilnya reaktif,” Tutur dr Desiriana.

“Karena sesaknya, yang bersangkutan dimasukkan ke IGD. Tanggal 25 April pukul 05.00 WIB yang bersangkutan meninggal. Belum dilakukan swab test, pemakaman melalui prosedur COVID-19,” pungkasnya.(Map)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *