Kondisi hipotiroid kongenital disebutkan dr. Muhammad Rizdimas Ridho Putra, akan menjadi lebih berat pada bayi jika ibu bayi lalai melakukan pemeriksaan atau kontrol rutin kepada petugas medis.
“Pada bayi yang mengalami gejala tersebut bisa terlihat dari bayi yang kurang aktif bergerak, enggan menyusu, kulit kuning, sering tersedak saat minum, lidah membesar dan konstipasi atau gangguan buang air besar serta lainnnya,” tambahnya.
Ada banyak pemeriksaan menurutnya, salah satu pemeriksaan yang dilakukan saat bayi baru lahir itu adalah skrining hipotiroid kongenital.
Skrining tiroid dilakukan pada bayi saat hari kedua sampai ke empat kala masih berada di rumah sakit. Dengan adanya skrining tersebut dapat mencegah kelain pada bayi lebih parah.
“Skrining hipotiroid ini sangat penting dilakukan pada bayi yang baru lahir untuk mencegah keterlambatan dan bayi dapat segera mendapatkan penanganan serta pengobatan optimal sehingga tumbuh kembangnya seperti apa yang diharapkan kedua orang tuanya,” saran dr. Muhammad Rizdimas Ridho Putra.
(Mad/Rdk)



