Dengan konsep baru ini, Posyandu 6 bidang SPM akan berfungsi sebagai jembatan utama yang menghubungkan program strategis pemerintah langsung ke tingkat akar rumput.
Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, berbagai program prioritas nasional diharapkan bisa menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Mulai dari penanganan dan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan sanitasi, penyaluran bantuan sosial (bansos), hingga program perumahan rakyat.
Lebih lanjut, Tri menambahkan bahwa kader Posyandu kini memegang peran krusial dalam mendukung akurasi data pemerintah. Mereka menjadi ujung tombak pendataan penerima manfaat berbasis nama dan alamat (by name by address) agar program tepat sasaran.
Untuk mendukung kelancaran transisi ini, TP Posyandu terus mendorong percepatan registrasi Posyandu di seluruh desa serta mengintensifkan sosialisasi digital.
”Kami sudah merencanakan mulai 1 Juli 2026 ini ada sosialisasi berupa online. Jadi 1 bulan sekali itu akan mengadakan sosialisasi secara online supaya mencakup lebih luas lagi ke tingkat-tingkat [daerah] seluruh Indonesia,” pungkas Tri.
Acara strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, antara lain Yane Ardian Bima Arya (Pembina Kesekretariatan TP Posyandu), Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Ketua TP Posyandu Provinsi NTT), Nitta Rosalin (Direktur Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Adat [LKAD], PKK, dan Posyandu Kemendagri), Jajaran pejabat Pemerintah Daerah serta ratusan kader Posyandu se-NTT.
(Ard/Rdk)



