KABUPATEN TANGERANG – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah Sumber Daya Air (UPTD SDA) wilayah 6 kembali melaksanakan normalisasi lanjutan di 3 titik lokasi berbeda.

Kepala UPTD SDA wilayah 6, Suhanda, mengatakan tujuan dari normalisasi ini merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi saluran menjadi lebih optimal dari penyempitan saluran, sedimentasi lumpur atau pendangkalan serta penumpukan sampah pada saluran air.

“Normalisasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi saluran menjadi lebih optimal, dari penyempitan, sedimentasi lumpur, pendangkalan serta sampah yang menumpuk,” kata Suhanda kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Di bulan ini SDA wilayah 6 menargetkan normalisasi saluran air di tiga lokasi yang berbeda. Di antaranya, saluran Gelam Desa Kebon Cau, saluran empang Desa Pangkalan, dan Tanjung Pasir serta Kramat Desa Kramat Pakuhaji.

“Bulan ini kami menargetkan normalisasi saluran air di tiga titik. Yaitu, saluran Gelam, empang dan Kramat,” jelasnya.

Suhanda menjelaskan, normalisasi saluran Gelam Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, pada rencana awal akan dikerjakan sepanjang 800 Meter dengan target volume hasil galian 3.000 M3 yang saat ini sudah dalam tahap pengerjaan.

“Dengan 4 personil. Diantaranya 1 koordinator, 1 mantri pengairan serta 2 pengawas lapangan. Insya Allah 10 hari ke depan bisa sesuai target yang diharapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon Cau, Ahmad Nur, mengatakan Camat Teluknaga bersama Pemdes Kebon Cau mensupport dan mengapresiasi, serta mengucapkan terima kasih kepada DBMSDA Kabupaten Tangerang dan UPT SDA wilayah 6 enam yang telah melaksanakan normalisasi kali Apuran Gelam, Alang, yang berada di Desa Kebon Cau.

Menurutnya, kali Apuran Gelam tersebut sudah dangkal dipenuhi lumpur dan sampah rumah tangga. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi air menjadi meluap hingga menggenangi pemukiman warga sekitar.

“Kali itu sudah dangkal, lumpurnya juga sudah penuh, di tambah dengan sampah rumah tangga. Jadi, jika hujan turun dengan intensitas tinggi, air meluap kepermukaan hingga menggenangi pemukiman warga sekitar,” ungkap Ahmad.

Ahmad berharap, dengan adanya normalisasi kali Apuran Gelam ini warga bisa tenang tanpa dihantui rasa takut dengan air yang meluap serta menggenangi pemukiman warga sekitar.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan normalisasi kali Apuran ini air tidak lagi meluap serta menggenangi pemukiman warga sekitar lagi,” tuturnya.

(Jar/Fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *