Tips Pencegahan
Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga akhir Januari, menurut dr. Putri Mutiara Sari, berikut langkah praktis pencegahannya:
• Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): pakai sarung tangan dan sepatu boots jika harus melewati genangan air atau membersihkan saluran air.
• Tutup Luka: Bakteri masuk melalui luka sekecil apa pun. Tutup luka dengan plester kedap air.
• Kebersihan Diri: Segera cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan genangan banjir.
• Basmi Tikus: Jaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dengan menutup akses masuk dan mengelola sampah dengan benar.
Kapan Harus ke Dokter?
Dokter Putri menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah terpapar air banjir.
“Diagnosis dini dan pemberian antibiotik yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi organ dalam,” tutupnya.
Bagi Anda yang memerlukan konsultasi medis atau pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi fasilitas Kesehatan terdekat dan pastikan kesehatan Anda tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem ini dengan menjalani beberapa tips pencegahan.
Penularan utama terjadi melalui kontak kulit yang lecet atau selaput lendir dengan air kencing tikus atau hewan lain yang mengandung bakteri leptospira, paling sering melalui air banjir
Penanganan leptospirosis ringan umumnya bersifat suportif karena penyakit ini bersifat self-limiting disease. Namun, untuk leptospirosis yang bergejala berat, pemberian antibiotik disarankan untuk mencegah komplikasi.
(Mad/Rdk)



