KABUPATEN TANGERANG – Polri kini dalam tahap transformasi menuju Presisi, itu merupakan visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presisi adalah akronim dari kata Prediktif, Responsibilitas Transparansi dan Berkeadilan.
Ternyata momentum tanggal 1 Juli 2022 ini menjadi hari istimewa bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Setiap tahunnya, pada tanggal ini, menjadi titik peringatan hari kepolisian yang familiar dengan sebutan hari Bhayangkara.
Banyak yang mengira hari Bhayangkara merupakan peringatan ulang tahun atau terbentuknya Polri. Akan tetapi, bukan itu makna di balik hari Bhayangkara.
Hari Bhayangkara merupakan hari Kepolisian Nasional yang diambil dari momentum turunnya Peraturan Presiden Soekarno, Nomor: 11 Tahun 1946 tepat pada tanggal 1 Juli.
Peraturan itu menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi Negara, Presiden.
Di hari Bhayangkara ini, kita mengulang kata “Terima Kasih” untuk kali kesekian kepada semua warga dan stakeholder. Lebih dari kata terima kasih, kita pun terus memohon kesediaan semua pihak untuk terus ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Situasi aman merupakan modal besar dalam mewujudkan kemakmuran. Secara geografis Indonesia merupakan wilayah yang subur. Memiliki dataran yang sebagian besar sangat bagus. Juga sungai, gunung, dan laut yang berpotensi untuk diolah bagi kepentingan masyarakatnya. Jika situasi berlangsung aman dan tertib, warganya dapat melepaskan energi untuk bekerja optimal dan pada akhirnya membuahkan kemakmuran. Inilah akhir berkah yang kita harapkan.
Di hari-hari ke depan, seiring dengan interaksi global, pastilah selalu terdapat permasalahan. Tantangan dan peluang akan hadir secara berseiring. Tugas kita bersama untuk menjawabnya. Untuk bisa melawan tantangan dan sekaligus memanfaatkan peluang.
Dengan semangat Bhayangkara diharapkan kepolisian terus bertekad menjaga agar masyarakat mampu menjawab tantangan zaman.



