“Kita mendapat kuota 7.000 akseptor dari pemerintah pusat dan belum di tutup sampai pukul tiga sore sudah terdapat lebih dari 7.000 warga yang terlayani,” jelasnya.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, layanan bagi akseptor KB di Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meredam laju pertumbuhan penduduk.
“Ini bagian dari upaya kita menekan laju pertumbuhan penduduk selama musim Pandemi corona, sehingga dampak kesehatan dan pendidikan akibat laju pertumbuhan penduduk bisa diminimalisir,” terang Zaki.
Zaki mengakui, momen hari keluarga Nasional dan dukungan pemerintah pusat menjadikan pemberian akseptor KB gratis untuk warga menjadi sangat bermanfaat. “Ini bagian kesinambungan antara pusat dan daerah pelayanan diberikan secara gratis,” katanya.
Sementara itu, Suyana salah satu warga mengatakan, dirinya sudah beranak dua dan akan memperpanjang KB nya di karenakan fasilitas gratis yang diterimanya.
“Sebagai wanita berusia 39 tahun, dirinya mulai mewaspadai akan kehamilan baru di tengah Pandemi ini, lagian anak sudah ada semoga bisa menjaganya,” kata Suyana. (Dhi/Red)



