JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Muhammad Hudori meminta aparatur pelayan publik peka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal itu diungkapkan Hudori pada pembukaan penyelenggaraan pelatihan dasar (Latsar) CPNS golongan III dan golongan II tahun anggaran 2021 di lingkungan Kemendagri, Senin (15/3/2021).
“Birokrasi tidak lagi bisa menunggu masyarakat yang datang meminta pelayanan, namun harus peka dan responsif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum atau tanpa diminta,” kata Hudori.
Ia mengungkapkan, saat ini birokrasi terus dihadapkan pada tantangan-tantangan besar, di mana era kompetisi dengan negara-negara lain kian meningkat, sehingga negara yang bergerak cepat akan mampu bersaing dengan negara-negara lain yang lambat. Menyikapi hal tersebut, birokrasi memerlukan sentuhan inovasi dan terobosan baru ASN yang memiliki kualitas, karakter dan mentalitas serta kemampuan melakukan perubahan secara cepat.
“Paradigma dynamic governance menuntut birokrasi tidak lagi bertindak sebagai reaksi atas permintaan masyarakat, namun harus melakukan aksi sebagai eksistensi sebagai hadirnya pemerintah bagi masyarakatnya,” ujarnya.
Hudori juga menekankan, wujud pelayanan pemerintah juga harus semakin ditingkatkan. Sebab, memasuki era transparansi global yang membuat negara tanpa batas (borderless state), masyarakat semakin kritis dalam membandingkan kualitas pelayanan birokrasi dengan negara lain. Oleh karenanya, birokrasi pemerintahan harus semakin memperbaiki kinerja pelayanan publiknya jika ingin memenangkan persaingan global.
“Untuk menghadapi tantangan dalam persaingan global tersebut, ASN dituntut tidak sekedar menjalankan tugas rutin semata atau business as usual. ASN milenial dituntut menggunakan cara-cara cerdas, smart power dalam pelaksanaan tugas di birokrasi. Cara-cara cerdas tersebut dengan pemanfaatan teknologi dalam upaya meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan perilaku, sehingga mampu memperbaiki birokrasi ke arah yang lebih baik,” jelas Hudori.



