Personil dari UPT BPBD Periuk, lanjut Syahrial, sudah disiagakan dalam mengantisipasi cuaca ekstrim sesuai prakiraan BMKG.
“Kita sudah membuat pos pantau untuk personil, kita siagakan untuk antisipasi karena informasi dari BMKG akan ada curah hujan yang cukup ekstrim,” ujarnya.
Selain itu, karena ancaman cuaca masih mengintai hingga (19/2) beberapa peralatan juga sudah disiapkan dilokasi pos pantau bertempat di Kantor Sekretariat Karang Taruna Kecamatan Periuk.
“Selain personil, beberapa peralatan seperti, perahu, motor tempel, dayung, dan pelampung sudah kita siapkan di pos pantau,” terangnya.
Masih kata Syahrial, dalam penyusuran sungai terdapat tanggul yang longsor, dan sudah dikoordinasikan dengan pihak PUPR.
“Terdapat tanggul yang longsor sepanjang kurang lebih tujuh meter, dan itupun langsung dikoordinasikan oleh Pak Camat dari atas perahu boat saat penyusuran sungai ke kabid PUPR untuk kemudian ditindaklanjuti,” jelasnya.
Syahrial berharap, tanggul yang longsor harus segera dibenahi karena dikhawatirkan akan terus menggerus tanah tanggul dan terjadi luapan air dari kali ledug.
“Harapan kami tanggul segera dibenahi, supaya tidak melebar dan terjadi luapan air dari kali,” ucapnya.
Sebagai informasi, untuk saat ini terdapat 12 rumah pompa yang ada di sepanjang kali ledug, dan rencananya akan ditambah satu pompa portable. (Dhi/Red)


