Anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang maksimal, dan hepar merupakan salah sistem mekanisme pertahanan tubuh, oleh karena itu pada kejadian luar biasa ini, anak-anak lah yang rentan terserang penyakit tersebut.
Lebih jauh dr. Dinar Handayani menjelaskan, hepatitis memiliki banyak tipe, ada tipe A, B, C, D, dan E, sedangkan yang cenderung berat gejalanya adalah hepatitis tipe B dan C yang kronis hingga menyebabkan kerusakan di bagian otak.
“Yang terinformasi saat ini adalah hepatitis yang cenderung bergejala berat yang menyebabkan kematian karena sampai merusak otak,” sebut dr. Dinar.
Meski demikian, dr. Dinar Handayani menyarankan bagi para orang tua diharapkan tidak perlu panik berlebihan, segeralah hubungi fasilitas kesehatan terdekat jika anak mengalami gejala-gejala hepatitis.
“Tim medis akan segera melakukan pemeriksaan fungsi hepar di laboratorium, dan jagalah anak-anak dari makan-makanan yang tidak higienis karena salah satu penularan hepatitis bisa dari hal tersebut,” ujar dr. Dinar.
(Red)



