Selain itu, lanjut Andi Lala, Forwat senantiasa selalu meningkatkan profesional anggotanya khususnya dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan untuk selalu mentaati kode etik jurnalistik.

“Sampai usianya kedelapan tahun ini, Forwat tetap bertahan dengan karakternya sendiri. Tetap jadi sosial kontrol, kritik membangun dan memberi solusi,” kata Andi Lala.

Peristiwa lain yang Forwat soroti adalah masih adanya tindakan kekerasan, intimidasi, kriminalisasi dan pelecehan kepada wartawan yang terjadi di Indonesia.

Untuk itu, Forwat selalu menyuarakan hal tersebut dengan menggelar aksi dalam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Kedepan Andi Lala berujar, Forwat tetap menjalankan program kerja yang ada di masing-masing wilayah Tangerang Raya, di antaranya kegiatan sosial, diskusi publik dan edukasi.

“Kami selalu menyuarakan stop kekerasan, intimidasi dan kriminalisasi. Ya kami tidak ingin itu terjadi kepada wartawan di Indonesia. Namun demikian saya mengimbau kepada rekan-rekan wartawan khususnya yang tergabung di Forwat untuk selalu meningkatkan profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Jangan ada wartawan yang melakukan hal-hal melawan hukum,” pungkas Andi Lala.

(Rud/Fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *