INFOTANGERANG.CO.ID – Isu mengenai kebijakan kesehatan yang menyasar kalangan muda kembali memantik perdebatan sengit di media sosial. Pada 9 Oktober 2025, sebuah narasi menyebar luas di platform Facebook, mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program kontroversial: pembagian alat kontrasepsi (kondom) gratis bagi mahasiswa yang telah memasuki semester empat ke atas.
Narasi tersebut menyebutkan bahwa dukungan Kemenkes didasarkan pada upaya antisipasi penyebaran penyakit menular dan peningkatan kesadaran akan kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda.
“Program ini sontak memicu beragam reaksi, mulai dari yang menilai langkah tersebut visioner hingga yang menilainya terlalu ‘terbuka’ untuk kalangan kampus,” demikian keterangan provokatif yang ditambahkan oleh pengunggah di Facebook.
Bantahan Tegas dari Kemenkes
Tak butuh waktu lama, klaim yang viral dan memicu keramaian publik ini segera dijawab tuntas oleh pihak berwenang. Melalui akun resmi Instagram-nya, @kemenkes_ri, pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan secara tegas membantah seluruh isi narasi tersebut.
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa. Faktanya, informasi tersebut tidak benar,” demikian bunyi unggahan klarifikasi resmi Kemenkes.
Kemenkes menekankan bahwa pihaknya tidak pernah memiliki program pembagian alat kontrasepsi gratis secara umum yang menyasar mahasiswa atau kelompok perkuliahan tertentu.
Lebih lanjut, Kemenkes menjelaskan bahwa program distribusi alat kontrasepsi gratis yang memang resmi didukung pemerintah memiliki sasaran yang sangat terbatas dan spesifik, yaitu untuk tujuan pencegahan penyakit.
Distribusi ini dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan, setelah pemeriksaan medis, atau melalui kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas yang melakukan pendampingan khusus.
“Kondom dalam program kesehatan digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) pada kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pasangan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), dan populasi kunci lainnya,” tegas Kemenkes dalam klarifikasinya.
Berdasarkan penjelasan resmi dari Kementerian Kesehatan RI, klaim yang beredar di Facebook mengenai Kemenkes mendukung pemberian kondom gratis untuk mahasiswa merupakan informasi yang tidak benar.
Klaim tersebut disimpulkan sebagai hoaks yang berpotensi menimbulkan salah tafsir dan keresahan di masyarakat.
(AD/Rdk)


