“Ada 17 Varian atau macam tanaman anggur. Dari Eropa ya bibitnya juga lumayan mahal, paling murah satu juta rupiah itu bibit yg kecil banget,” ujarnya.
Sementara itu, Ian Chavidz Kepala Kelurahan Nusa Jaya sangat mengapresiasi dengan adanya inovasi baru dari warganya.
“Ya saya bangga dengan warga yang terus berinovasi. Tidak hanya 17 varian anggur, tapi daun anngurnya juga bisa dijadikan keripik. Rasanya itu khas banget, karena ketika kita gigit ada rasa asem anggur dan pastinya renyah. Keripik ini nanti kita jadikan produk UMKM,” tuturnya.
Tak hanya itu, tujuan dari dibangunnya lorong anggur karena warga sekitar mencintai lingkungan. Setelah berbagai rintangan dilalui yang semula jalan tersebut dikenal sangat kumuh, kotor, dan seram kini jalan itu sudah berubah menjadi indah dan banyak manfaatnya. (Fan/Red)


