Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Kapolresta Tangerang Imbau Masyarakat Tidak Mudik Lebaran

Kabupaten Tangerang  

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro saat melaksanakan program Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui program subuh keliling (Suling) di Masjid Al-Muttaqin, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. (dok. Bidhumas Polresta Tangerang)
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro kembali melaksanakan program Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho yaitu Pendekar Banten Merajut Keberagaman Merawat Kebhinekaan melalui Program Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al-Muttaqin, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (2/5/2021). Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak mudik di lebaran tahun ini.

“Seperti yang kita tahu, Lebaran tahun ini dilarang mudik. Maka dari itu, mari kita taati bersama larangan mudik itu,” kata Wahyu.

Baca juga:  Operasi Zebra Kalimaya 2020 Polda Banten, Lebih ke Proses Edukasi

Wahyu menjelaskan, larangan mudik tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadhan 1442 H.

Dikatakan Wahyu, dalam addendum itu terdapat 3 tahapan atau fase yakni pertama dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021 adalah masa pra peniadaan mudik atau masa pengetatan, kedua masa peniadaan mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei, dan masa pasca peniadaan mudik mulai dari tanggal 18 hingga 24 Mei 2021.

Baca juga:  Dandim 0510 Tigaraksa Berikan 'Jam Komandan' Lakukan Pengarahan

“Untuk itu kami minta masyarakat untuk tidak mudik karena pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata Wahyu orang nomor satu di Polresta Tangerang Polda Banten ini.

Pada kesempatan itu, Wahyu juga mengajak masyarakat untuk berikhtiar menjaga diri dan keluarga dari Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Ia juga mengatakan, peristiwa gelombang tsunami tahap kedua Covid-19 di India hendaknya dijadikan pelajaran karena dalam 15 hari bisa mencapai 300 ribu lebih perhari pasien yang terkonfirmasi positif.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement