Menilik kondisi di Indonesia sendiri, Kasad mengajak seluruh hadirin untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa serta semangat para pendiri bangsa dalam menyusun dasar negara. Menurut Kasad, pertahanan negara bukan semata menjadi domain TNI, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, termasuk mahasiswa, dalam menghadapi ancaman bagi keutuhan dan persatuan bangsa.
“Ada empat peran yang bisa mahasiswa ambil dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pertama, sebagai agen perubahan. Kedua, sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila. Ketiga, sebagai penerus bangsa. Terakhir, sebagai komponen yang memiliki kontrol sosial dalam hidup bermasyarakat,” jelas Kasad.
Menutup orasi ilmiahnya, Kasad berpesan agar para mahasiswa bisa mulai memupuk sikap kedermawanan untuk meraih kebahagiaan. Kasad juga berharap mahasiswa senantiasa melakukan usaha terbaiknya, terutama untuk meraih dan memperjuangkan cita-citanya masing-masing.
(Fan)


