Abdul Rasyied menyebut hanya dipercaya untuk mengemban amanah agar perusahaan terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, dan dirinya juga berkomitmen untuk memajukan kembali Mall CBD karena semenjak wabah Covid-19 menjadi sepi pengunjung.
“Program-program kerja yang sudah diagendakan dan akan dilaksanakan kedepannya nanti supaya segala tujuan bisa dicapai dengan hasil yang maksimal. Salah satunya akan merevitalisasi beberapa bagian fasos fasum juga sarana dan prasarana umum supaya pelaku usaha dan pengunjung merasa nyaman dalam beraktivitas sehari hari di wilayah pusat perbelanjaan CBD Familly Mall Ciledug,” ujarnya.
Untuk itulah Abdul Rasyied bersama komunitas management CBD Mall mengajak semua stakeholder terkait untuk berperan dalam menyukseskan misi yang dia sebut penyelamatan atau rescue ini.
Rasyied dan rekan berharap kedepannya pusat perbelanjaan Mall CBD Ciledug ini akan maju dan ramai kembali, sehingga akan menguntungkan semua pihak termasuk juga pemerintah dan masyarakat. Misalnya dalam hal penyerapan tenaga kerja supaya bisa meningkat juga pembayaran pajak dalam hal pendapatan.
“Alhamdulillah hari ini ada pemberitaan sehingga ada silahturahmi. Kita ambil hikmah dan positif thinking. Mudah-mudahan silahturahmi ini membangun sinergisitas dan kolaborasi yang produktif untuk community development program dari CBD Ciledug,” tuturnya.
“Saya Abdul Rasyied Almadinah yang kebetulan dalam setahun ini memikul amanah untuk rescue penyelamatan untuk revitalisasi mall dan kawasan yang diminta oleh owner Pak Ahmadin yang sudah 10 tahun ini tidak mengurusin perusahaan, dan sekarang anak-anaknya yang muda ikut membantu ini saya sebut proses rescue dari hal-hal yang tidak diinginkan dari sebuah perusahaan,” tambah Rasyied.
Rasyied menuturkan dalam hal sarana prasarana juga fasos dan fasum adalah lahan teras ruko boulevard CBD, bukanlah hak milik dari pemilik ruko.
“Karena di PPJB sudah tertuang dalam klausul kalau hak milik ruko hanya sebatas bangunan dan tidak termasuk lahan teras, karena itu haknya developer,” ucapnya.
“Tapi kami tidak mempermasalahkan soal pemberitaan itu, kaena kami paham kawan-kawan media di lapangan mungkin dapat narasumber yang kurang paham dengan hal itu. Dan kami dalam hal ini juga lebih fokus ke depan untuk membangun CBD agar lebih maju lagi ke depannya. Kami gak terlalu permasalahkan pemberitaan karna semua itu juga akan berlalu,” tandasnya.
(Rud/Rdk)


