SERANG, infotangerang.co.id Langkah konsolidasi organisasi dalam mengawal transparansi serta pembangunan desa di Provinsi Banten terus bergerak masif. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa Provinsi Banten, Lesman Bangun, resmi melantik jajaran pengurus Pokja Newsroom Jaga Desa tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Provinsi Banten, Kamis (23/7/2026).

​Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jangkauan ekosistem media terintegrasi hingga ke tingkat tapak. Langkah tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara insan pers, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemerintah desa di seluruh pelosok Banten.

​Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Makali Kumar, menyampaikan apresiasi atas semangat para pengurus Pokja Newsroom kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

​”Pelantikan hari ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar kita bersama dalam mengawal arah pembangunan desa sesuai program Bapak Presiden. Pokja Newsroom Jaga Desa hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan informasi dari desa tersaji secara akurat, objektif, dan transparan,” ujar Makali Kumar.

​Makali menginstruksikan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera turun ke lapangan dan bersinergi dengan para kepala desa, instansi kejaksaan, serta elemen masyarakat. Menurutnya, media siber harus hadir membawa solusi, mendampingi potensi ekonomi desa, dan menjadi jembatan edukasi.

​”Kita buktikan bahwa pers lokal mampu menjadi motor penggerak kemajuan desa yang bersih, berdaya, dan bermartabat,” tegasnya.

Sinergi Strategis Tangkal Disinformasi

​Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfostat) Provinsi Banten, Beni Ismail, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Banten, mengapresiasi tinggi inisiatif SMSI Banten dan DPD APDESI Banten.

​”Langkah ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang sangat strategis antara media siber sebagai pilar demokrasi dengan program pembangunan yang menyentuh langsung ke tingkat desa,” tutur Beni.

​Beni menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, ancaman hoaks dan disinformasi rentan mengaburkan fakta pembangunan. Oleh karena itu, kehadiran Pokja Newsroom Jaga Desa sangat krusial sebagai penjaga gawang (gatekeeper) informasi yang valid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *