Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Laporan Pidana di SP3 Polres Tangerang Selatan, ADW Gugat ke PN Tangerang: Terkait Eksekusi Rumah

Headline  

Sidang praperadilan di PN Tangerang terkait eksekusi rumah Agus Darma Wijaya. (Glend Karisoh/infotangerang.co.id)
Advertisement

TANGERANG SELATAN – Tidak terima laporannya di SP3 Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Agus Darma Wijaya (ADW) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Permasalahan berawal dari eksekusi rumah yang ditempati Agus Darma Wijaya yang akhirnya berlanjut ke persidangan.

Sebelumnya, sidang praperadilan tersebut teregister dengan Nomor:6/Pid.Pra/2022/PN.TNG atas pemohon Agus Darma Wijaya dan sempat ditunda beberapa pekan. Sidang akhirnya dapat digelar pada 7 Oktober 2022.

Selanjutnya, agenda persidangan kelima dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (12/10/2022) sekitar pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Sidang dipimpin langsung oleh hakim tunggal Rakhman Rajagukguk.

Hadir dari pihak pemohon Agus Darma Wijaya didampingi oleh kuasa hukumnya Effendi Matias dari KBH GRACIAS, Jalintar Simbolon, Sosang Sarapang, Argadipura dari LBH Parnagogo, serta 3 orang saksi, masing-masing bernama Halim, Gunawan dan Julia.

Dari pihak termohon Polres Tangsel tampak hadir 5 orang PH dan 2 saksi, terdiri dari 1 saksi ahli pidana yakni Prof. Dr. Suparji Ahmad, dosen dari Universitas Al-Azhar, dan Drs. Theodorus Yoseph Bhele Fe dari pengembang property Summarecon Tbk.

Baca juga:  Salat Id di Al Azhom, Wali Kota Tangerang: Masyarakat Sudah Mencapai Kekebalan Komunal

Dalam persidangan, kedua belah pihak masing-masing saling memperlihatkan alat bukti berupa berkas-berkas dan alat elektronik seperti video saat terjadinya eksekusi rumah oleh pihak Summarecon.

Agus Darma Wijaya menceritakan saat eksekusi rumahnya oleh pihak tergugat. Darma mengaku mengalami tindak kekerasan dari pihak eksekutor Summarecon. Dugaan tindak pidana tersebut dilaporkan Agus ke Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan polisi TBL/B/734/IV/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, pada Rabu 20 April 2022.

Proses persidangan berjalan cukup sengit, dari kedua belah pihak saling melemparkan argumen dan pertanyaan-pertanyaan pada saksi yang hadir.

Hakim tunggal Rakhman Rajagukguk cukup tegas dan obyektif dalam menerima keterangan dari kedua belah pihak. Sidang berakhir hingga tengah malam.

Di penghujung persidangan, termohon Agus Darma Wijaya mengutarakan keluh kesahnya.

“ijin Yang Mulia, saya selaku warga Negara Indonesia (WNI) hanya mencoba mencari keadilan, ini negara hukum, tadinya saya percaya bila di institusi kepolisian saya bisa mendapatkan keadilan, akan tetapi belumlah diproses kasus saya, dan tiba-tiba sudah di SP3 kan. Dalam hal ini saya juga sudah mengadukan nasib saya ke Propam, Irwasda, Komnasham bahkan sampai ke Presiden Bapak Jokowi, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” kata Darma kepada hakim.

Baca juga:  125 Pedagang Pasar Jatiuwung Dipindahkan Ke Pasar Laris Cibodas

“Memang saya menganggap apa yang saya lakukan ini bagaikan melawan raksasa (Summarecon) yang banyak uangnya, apa saja bisa mereka lakukan, tapi saya percaya di pengadilan ini saya berharap masih ada keadilan untuk saya dan keluarga saya,” pungkas Darma.

Hakim Rakhman Rajagukguk dengan tegas menjawab bahwa dirinya tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.

“Putusan pengadilan adalah inkrah. Mau kekuasan atau pun uang itu tidak berlaku di hadapan saya,” tegas Rakhman Rahagukguk sebelum mengetuk palu tanda menutup persidangan.

Selanjutnya, sidang putusan akan digelar pada hari Senin 23 Oktober 2022.

(Gln/Rdk)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan