“Jika dibandingkan dengan kerja-kerja politik yang dilakukan AHY dan Ketum parpol lainnya, Airlangga Hartarto jauh lebih senyap, tak banyak melakukan manuver politik, maupun pemasangan alat peraga kampanye. Elektabilitas yang diraih dia saat ini, lebih karena simpati publik yang menilai Airlangga sosok yang tenang, setia menyokong pemerintahan Jokowi,” terangnya lagi.

Selain itu, kondisi ekonomi yang mulai membaik pasca pandemi Covid-19, menurut Nastain, juga berdampak pada persepsi baik atas kinerja Airlangga yang saat ini juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia.

“Persepsi publik atas kinerja Airlangga sebagai menteri juga sangat berdampak, kondisi ekonomi yang terus membaik, tentunya semakin membuat reputasi Airlangga dinilai baik. Sehingga meski tidak riuh melakukan kerja-kerja politik, kinerja Airlangga sebagai menteri terus menjadi perhatian publik,” katanya.

Masih dalam survei Diagram tersebut, selain elektabilitas Airlangga mengungguli AHY serta Puan, elektabilitas Partai Golkar pun tembus pada tiga besar yang meraih 90,3 persen. Sementara pada urutan pertama yaitu PDI Perjuangan 94,7 persen, Partai Gerindra 91,5 persen. Pada posisi keempat Partai Demokrat 60,6 persen, Partai Perindo 58,3, Partai Kebangkitan Bangsa 55,5, Partai Keadilan Sejahtera 52,7, Partai Amanat Nasional 50,1, Partai Nasional Demokrat 56,9, Partai Persatuan Pembangunan 52,2, Partai Solidaritas Indonesia 27,8, Partai Gelora 25,2.

Sebagai informasi, metodologi survei menggunakan penarikan data dengan multistage random sampling (MRS), margin of error 3 persen, dengan tingkat akurasi data 93 persen.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *